Mobil Mogok di Tengah Rel Kereta Api

Dilihat :  kali



Kita cukup sering mendengar peristiwa mobil tiba-tiba mogok atau berhenti mendadak di tengah rel kereta api dan akhirnya tertabrak kereta api dan merenggut korban jiwa.
Banyak orang yang bertanya-tanya kenapa hal ini bisa terjadi dan apa yang harus dilakukan agar peristiwa ini tidak terjadi.

Kenapa mobil bisa berhenti mendadak di tengah rel kereta api?
Penasaran?
Mau tahu alasannya?

 
Berikut alasannya:
Menurut beberapa sumber, kejadian mobil atau kendaraan mogok di tengah rel kereta api tidak hanya terjadi di Indonesia, namun juga terjadi di seluruh belahan dunia. Rata-rata penyebabnya adalah karena saat melintasi rel kereta api, mobil akan mengurangi kecepatannya akibat jalan yang bergelombang atau tidak terlalu rata. Karena kecepatan mobil berkurang maka kecenderungan mobil mogok menjadi lebih besar. Tidak ada data akurat yang mencatat berapa jumlah mobil yang mogok di jalan selain di tengah rel kereta dan berapa jumlah mobil yang tidak mogok saat melewati rel kereta. Data ini dibutuhkan untuk mencari tahu korelasi antara rel kereta dengan kendaraan mogok yang melintas di atasnya.
Sejauh ini sumber tersebut menyimpulkan bahwa kendaraan mogok di atas rel kereta hanya karena putaran mesin kendaraan berkurang.

Adalah penjelasan teknis yang dapat menjelaskan hal ini?
Ada. Untuk dapat bergerak, kereta api membutuhkan roda yang terbuat dari baja. Untuk kenyamanan dan fleksibilitas kereta api terhadap rel agar tetap berhubungan (kontak) saat melewati tikungan diperlukan suatu kesatuan konstruksi yang terdiri dari dua perangkat roda atau lebih yang digabungkan oleh rangka yang dilengkapi dengan sistem pemegasan, pengereman, dan peralatan penggerak. Konstruksi ini disebut "bogie".


Komponen utama bogie adalah dinamo dan agar dinamo dapat menghasilkan pergerakan/putaran di dalamnya terdapat magnet yang memiliki daya magnet cukup besar.
Karena rel kereta terbuat dari baja yang kualitasnya sangat bagus (baja jenis ferritic), maka rel kereta dapat menghantarkan medan magnet sejauh 1-3 km dari roda kereta.
Saat kendaraan melintasi rel, kecepatan kendaraan akan berkurang. Jika pengendara tidak memindahkan perseneling mobil ke perseneling yang lebih rendah, maka putaran mesin kendaraan dan koil yang ada dapat seketika mati akibat induksi medan magnet dari roda kereta yang diantarkan oleh rel baja tersebut.
Itulah sebabnya petugas pintu perlintasan kereta sebidang akan menutup pintu perlintasan kereta saat kereta masih cukup jauh (sekitar 3 km).

Kenapa kendaraan yang lebih sering mogok adalah kendaraan yang berbahan bakar bensin?
Kendaraan yang lebih sering berhenti mendadak di atas rel adalah kendaraan yang berbahan bakar bensin bukan yang berbahan bakar solar karena kendaraan yang berbahan bakar bensin masih menggunakan platina dan CDI (Capacitor Discharge Ignition). Saat terinduksi oleh medan magnet yang cukup besar, proses pengapian pada CDI akan terpengaruh sehingga mesin dapat mati seketika (engine stall), tidak demikian halnya dengan kendaraan berbahan bakar solar. Disamping itu, umumnya kendaraan berbahan bakar bensin voltase akinya masih 12 VDC, sedangkan kendaraan berbahan bakar solar umumnya lebih dari 12 VDC.

Kenapa setelah mesin mati sulit untuk dihidupkan kembali?
Pada kendaraan berbahan bakar bensin, starter digerakkan oleh dinamo. Dinamo ini akan menghasilkan medan magnet untuk selanjutnya menggerakkan mesin kendaraan. Karena adanya induksi medan magnet yang cukup besar yang diantarkan melalui rel baja, maka proses starter kendaraan menjadi terganggu.
Sumber lain mengatakan bahwa ketika roda kereta api bergesekan dengan kedua relnya, maka terjadilah impedansi (hambatan listrik).
Karena efek impedansi (Z) berupa reaktansi induktif (XL) yang disebabkan oleh induksi magnetik inilah maka mesin kendaraan yang mati di atas rel kereta sulit untuk dihidupkan kembali.



Tips Aman Melewati Rel Kereta Api
  1. Patuhilah rambu lalu lintas. Jika pintu perlintasan kereta api sebidang telah turun dan/atau lampu merah telah menyala, jangan sekali-kali mencoba menerobosnya meskipun masih ada celah dan suara klakson kereta api belum terdengar.
  2. Hindari melewati rel tanpa pintu perlintasan kereta api. Jika terpaksa melewatinya, pastikan terlebih dahulu situasi aman dan tidak ada kereta api yang akan lewat dengan menengok ke kiri dan ke kanan. Jika yakin situasi telah aman, menyeberanglah dengan mantap tanpa ragu-ragu.
  3. Jika kendaraan berhenti mendadak di tengah rel kereta api, bersikaplah tenang dan jangan panik. Mintalah seluruh penumpang keluar dari mobil dengan tenang namun tetap waspada.
  4. Jika tidak tampak kereta api akan datang, mintalah bantuan kepada orang sekitar untuk membantu mendorong kendaraan keluar dari rel atau bahkan pintu perlintasan kereta, kemudian cobalah menghidupkan kendaraan. Jangan pernah sekali-sekali mencoba menghidupkan mesin kendaraan saat kendaraan masih berada di atas rel karena akan sia-sian dan sangat berbahaya untuk keselamatan Anda dan penumpang lainnya. Ingat kereta api tidak bisa berhenti mendadak. Dibutuhkan jarak sekitar 600-800 meter dari titik pengereman agar kereta api bisa berhenti karena roda dan rel kereta sama-sama terbuat dari baja sehingga tidak ada friksi (perbedaan) antara roda yang berputar dengan rel yang dilalui kereta. Tidak adanya friksi menyebabkan gaya gesek (gaya yang melawan gerak kereta) menjadi rendah.
  5. Bila kereta api sudah tampak dekat sementara kendaraan Anda masih terjebak, segeralah menjauh dari rel sejauh-jauhnya. Nyawa Anda dan penumpang lainnya jauh lebih berharga dibandingkan kendaraan Anda.

Demikian alasan kenapa kendaraan seringkali berhenti mendadak di tengah rel kereta?
Semoga Anda tidak pernah mengalami kejadian seperti ini.

Apakah Anda sekarang masih penasaran?




Dari berbagai sumber



2 comments


EmoticonEmoticon