Fenomena Matahari Kembar

Dilihat :  kali


Setiap akhir bulan Agustus kita sering mendengar informasi broadcast melalui media sosial tentang fenomena bulan kembar.
Dari informasi yang ternyata hoax tersebut dikatakan bahwa fenomena bulan kembar terjadi karena planet Mars sangat dekat dengan bumi dan seukuran bulan. Tentu ini mustahil terjadi karena jarak planet Mars ke bumi kurang lebih 170 kali jarak bumi ke bulan, sedangkan ukuran planet Mars hanya sekitar 2 kali ukuran bulan. Dilihat dari bumi, bahkan saat planet Mars purnama sekali pun, tidak mungkin ukurannya sama dengan bulan. Lain halnya dengan ukuran matahari dan bulan. Ukurannya hampir sama terlihat dari bumi karena secara kebetulan (tepatnya keajaiban) jarak matahari ke bumi sekitar 400 kali jarak bulan ke bumi dan ukuran matahari juga sekitar 400 kali ukuran bulan. Oleh karena itulah bulan yang amat kecil bisa menutup matahari yang disebut dengan gerhana matahari.
Kita kembali ke fenomena matahari kembar.

Pernahkah Anda mendengar fenomena matahari kembar?
Kenapa fenomena ini bisa terjadi?
Penasaran?
Mau tahu alasannya?


Berikut alasannya:
Banyak orang yang mengaitkan munculnya fenomena matahari kembar sebagai pertanda hari kiamat sudah semakin dekat.
Benarkah demikian? Kita boleh saja percaya, namun boleh juga tidak karena secara sains fenomena ini bisa dijelaskan.
Fenomena matahari kembar atau yang bahasa Inggris disebut sun dog atau parhelion adalah sebuah fenomena optis dimana terdapat sekumpulan cahaya tambahan yang terlihat seperti bola di sebelah matahari. Karena cahaya tambahan ini berbentuk bulat seperti bola maka banyak yang menyebutnya sebagai matahari tambahan atau matahari kembar. Matahari tambahan ini bisa terlihat satu, dua atau bahkan empat sekaligus. Sun dog sendiri berarti 'anjing matahari' dimana dikiaskan bahwa cahaya tambahan ini seperti anjing yang setia menunggu tuannya.

Lantas apakah penyebab adanya fenomena ini?
Cahaya tambahan ini disebabkan oleh karena adanya proses atmosferik yang jarang terjadi yakni pembiasan/pembelokan cahaya matahari minimum 22o ketika cahaya matahari menembus kumpulan lempeng kristal es heksagonal yang berfungsi sebagai prisma yang tersusun secara horizontal yang terbentuk pada awan cirrus yang tinggi dan sangat dingin di langit, seperti terlihat pada gambar di bawah ini.


Proses ini mirip dengan penampakan pelangi ketika cuaca mendung namun ada sinar matahari yang menyinari tetesan hujan di langit. Fenomena pelangi sangat sering kita jumpai.
Fenomena matahari kembar ini dapat muncul di mana saja dan kapan saja namun akan mudah terlihat jika matahari berada di bawah kaki langit saat matahari terbit atau tenggelam.
Jika fenomena matahari kembar ini nampak pada saat matahari terbit maka seiring matahari semakin meninggi ke atas, sudut pembiasan cahaya akibat lempeng es kristal heksagonal makin lama makin besar dan matahari tambahan semakin menjauh dan pada akhirnya berangsur-angsur hilang dengan sendirinya.
Pada umumnya matahari tambahan ini berwarna merah ketika berada cukup dekat dengan matahari yang sebenarnya namun ketika semakin jauh perlahan-lahan warnanya berubah menjadi jingga dan akhirnya berwarna biru seperti langit.
Fenomena matahari kembar ini telah terjadi beberapa kali di Indonesia seperti yang terjadi di Tarakan, Kalimantan Utara akhir tahun 2015 dan di Cilacap bulan Agustus 2016 yang lalu.
Fenomena matahari kembar yang cukup menggemparkan dunia terjadi di Kanada bulan Oktober 2015 yang lalu. Bahkan rekaman video fenomena ini sempat menjadi viral di jagat dunia maya. Fenomena sun dog di Kanada yang terjadi menjelang matahari terbenam ini terlihat fantastis karena jarak antara matahari dengan sun dog cukup jauh dan fenomena ini berlangsung dalam durasi waktu yang cukup lama.

Demikian alasan kenapa ada fenomena matahari kembar di langit.
Apakah Anda masih penasaran?
Atau apakah Anda justru pernah melihatnya?



Disarikan dari berbagai sumber dengan kata-kata sendiri.


EmoticonEmoticon