Fenomena Telur Berdiri

Dilihat :  kali



Mungkin sebagian besar dari Anda pernah mendengar fenomena telur ayam bisa berdiri.
Fenomena telur ayam bisa berdiri ini biasanya dikaitkan dengan waktu-waktu tertentu.
Entah benar atau hanya sekedar mitos, ada yang mengatakan bahwa telur ayam bisa berdiri pada siang hari saat perayaan hari besar umat Khonghucu Dwan Wu atau di Indonesia lebih dikenal dengan perayaan Peh Cun.
Ada juga yang mengatakan bahwa telur ayam bisa berdiri saat posisi matahari equinox posisi matahari tepat berada di atas khatulistiwa.
Selain itu ada juga yang mengatakan bahwa telur ayam bisa berdiri pada saat terjadi gerhana matahari, gerhana bulan, posisi bumi terdekat matahari (perihelion), posisi bulan terdekat bumi (perigee), konjungsi dan/atau oposisi Venus dan Mars terhadap Bumi.

Apakah benar telur ayam bisa berdiri pada waktu-waktu tersebut?
Jika benar, kenapa telur ayam bisa berdiri?
Penasaran?
Mau tahu alasannya?

Berikut alasannya:

Sebenarnya telur ayam bisa berdiri kapan saja asalkan permukaan tempat telur berdiri tersebut datar dan permukaan bawah telurnya juga rata (tidak bergelombang).
Mengingat bentuk telur yang bulat, maka dibutuhkan kesabaran yang tinggi dan perjuangan yang ekstra untuk membuat telur bisa berdiri dengan seimbang.
Namun demikian akan 'sedikit' lebih mudah untuk membuat telur bisa berdiri jika dilakukan pada waktu-waktu seperti disebutkan di atas.

Mengapa demikian? 
Mari kita simak penjelasannya satu per satu:

1. Perayaan Peh Cun
Berdasarkan sistem penanggalan Imlek yang menggunakan kalender lunar (kalender berdasarkan bulan), hari raya Peh Cun jatuh setiap tanggal 5 bulan 5. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, pada saat itu terjadi fenomena alam yakni sejajarnya posisi Bulan, Bumi, dan Matahari. Fenomena tersebut mempengaruhi gravitasi di Bumi sehingga membuat telur tidak jatuh saat diletakkan dalam posisi berdiri.
Benarkah demikian?
Mengacu pada kalender lunar, maka tanggal 5 adalah hari kelima setelah bulan mati (new moon). Seperti kita ketahui bahwa pada saat bulan mati, posisi Bulan sejajar dan berada diantara Matahari dan Bumi. Artinya, 5 hari setelah bulan mati, posisi Bulan relatif terhadap Matahari dan Bumi baru bergeser sekitar 5/29,53 = 16,93o dari posisi sejajarnya. Artinya pula, pada saat ini (khususnya di siang hari), gaya gravitasi Matahari dan Bulan masih akan saling menguatkan dan 'melemahkan' gaya gravitasi Bumi. Akibat gaya gravitasi Matahari dan Bulan ini, telur seakan-akan 'tertarik' ke atas dan tidak jatuh saat diletakkan dalam posisi berdiri.
Jadi kepercayaan masyarakat Tionghoa pada saat perayaan Peh Cun posisi Bulan, Bumi dan Matahari sejajar dan dapat membuat telur berdiri bukanlah sekedar mitos karena secara sains dapat dijelaskan posisi hampir sejajarnya Matahari, Bulan dan Bumi saat itu serta pengaruhnya sehingga mampu membuat telur tidak jatuh saat diletakkan dalam posisi berdiri.
Pada posisi ini juga akan terjadi pasang surut air laut di Bumi akibat resultansi gaya gravitasi Matahari dan Bulan, seperti tampak pada gambar berikut.



2. Posisi Matahari Equinox
Karena sumbu bumi tidak tepat tegak lurus terhadap bidang orbit bumi mengelilingi matahari (bidang ekliptika bumi), melainkan membentuk sudut 23,5o, maka posisi matahari dilihat dari bumi seolah-olah bergerak dari khatulistiwa ke belahan bumi utara kemudian kembali ke khatulistiwa dan bergerak lagi ke belahan bumi selatan, dst. Gerakan matahari ini disebut sebagai gerakan semu tahunan matahari. Posisi matahari tepat di atas khatulistiwa disebut equinox. Posisi matahari di titik balik utara dan titik balik selatan disebut solstice.
Matahari dalam posisi equinox terjadi pada 21 Maret dan 23 September, sedangkan posisi titik balik utara (summer solstice) terjadi pada 21 Juni dan posisi titik balik selatan (winter solstice) terjadi pada 22 Desember setiap tahunnya.
Karena saat equinox, posisi matahari tepat di atas khatulistiwa maka pada pukul 12.00 siang matahari akan tepat di atas kepala, khususnya pada daerah-daerah yang dilalui garis imajiner khatulistiwa seperti kota Pontianak di Kalimantan Barat dan kota Bonjol di Sumatera Barat.
Dengan posisi matahari yang tegak lurus di atas bumi maka gaya gravitasi matahari juga akan meningkat sehingga memudahkan telur bisa berdiri di siang hari.
Inilah alasan secara teoritis kenapa telur bisa berdiri di siang hari saat matahari dalam posisi equinox.
Jika posisi matahari equinox bertepatan dengan bulan mati atau bulan purnama, maka akan lebih mudah lagi membuat telur berdiri karena adanya resultansi gaya gravitasi Matahari dan Bulan.



3. Saat Gerhana Matahari
Seperti kita ketahui saat terjadinya gerhana matahari, posisi Matahari, Bulan, dan Bumi segaris atau sejajar, dimana bulan berada diantara Matahari dan Bumi.
Syarat lain agar terjadi gerhana matahari adalah bidang orbit bulan berpotongan dengan bidang ekliptika bumi. Gerhana matahari selalu terjadi pada saat bulan mati.

Baca juga: Alasan Kenapa Gerhana Matahari Tidak Terjadi Setiap Bulan Mati


Posisi Matahari dan Bulan yang segaris dengan bumi menyebabkan resultansi gaya gravitasi Matahari dan Bulan menjadi lebih kuat sehingga membuat telur seakan-akan 'tertarik' ke atas. Gaya gravitasi bumi menahan/mengimbanginya sehingga telur tidak melayang ke udara. Akibatnya, telur bertahan dalam posisi tegak atau berdiri di atas permukaan bumi.

Oleh karena gerhana matahari terjadi pada siang hari maka akan lebih mudah membuat telur berdiri jika dilakukan pada siang hari. Sebenarnya mungkin saja jika dilakukan di malam hari, namun sekali lagi dibutuhkan kesabaran yang tinggi dan perjuangan yang ekstra untuk membuat telur bisa berdiri di malam hari setelah gerhana matahari.

4. Saat Gerhana Bulan
Pada saat terjadinya gerhana bulan, posisi Matahari, Bumi dan Bulan juga segaris atau sejajar, dimana bumi berada diantara matahari dan bulan. Sama seperti gerhana matahari, gerhana bulan hanya terjadi ketika bidang orbit bulan berpotongan dengan bidang ekliptika bumi.


Posisi ini menyebabkan gravitasi bulan meningkat di malam hari (hal ini dibuktikan dengan fenomena pasang air laut). Ini karena tidak ada gaya gravitasi lain yang 'meniadakan' gaya tarik tegak lurus dari Bulan. Posisi Matahari yang berada sejajar atau di balik bumi (terhadap bulan) tidak dapat meniadakan gaya tarik tegak lurus Bulan. Oleh karena gaya gravitasi bulan yang meningkat dan diimbangi oleh gaya gravitasi bumi inilah maka telur dapat lebih mudah berdiri pada saat gerhana bulan. Karena gerhana bulan terjadi di malam hari maka akan lebih mudah membuat telur berdiri jika dilakukan di malam hari saat terjadi gerhana bulan. Seperti kita ketahui bahwa gerhana bulan terjadi pada saat bulan purnama (bulan penuh).

5. Posisi bumi terdekat matahari (Perihelion)
Karena lintasan revolusi bumi tidak sepenuhnya lingkaran melainkan cenderung berbentuk ellips maka ada saat di mana posisi bumi paling dekat dengan matahari (perihelion) dan ada saat dimana posisi bumi paling jauh dari matahari (aphelion).


Saat posisi bumi paling dekat dengan matahari maka gaya gravitasi matahari akan menjadi lebih besar sehingga secara teorotis menjadi lebih mudah membuat telur berdiri di siang hari.

6. Supermoon (Perigee)
Karena lintasan revolusi bulan yang juga tidak sepenuhnya lingkaran maka ada saatnya bulan sangat dekat dengan bumi (perigee) dan ada saatnya paling jauh dari bumi (apogee).



Pada saat supermoon, bulan akan tampak sekitar 114% lebih besar dan 130% lebih cerah dibandingkan bulan pada posisi terjauh dari bumi (micromoon). Dengan posisi bulan yang lebih dekat dengan bumi ini maka gaya gravitasi bulan juga meningkat sehingga secara teoritis bisa mempermudah telur berdiri di malam hari. Fenomena supermoon biasanya terjadi saat bulan purnama dimana posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar atau segaris.

7. Konjungsi dan/atau Oposisi Venus dan Mars


Meskipun jarang terjadi namun posisi segaris atau lurus planet Venus, Mars, Bumi dan Matahari atau sering disebut posisi konjungsi/oposisi Venus dan Mars terhadap Bumi juga dapat mempengaruhi gaya gravitasi di bumi, yang secara teoritis dapat mempermudah telur untuk bisa berdiri tegak.
Namun demikian karena jarak planet Venus dan Mars ke Bumi relatif sangat jauh maka resultansi gaya yang dihasilkan juga relatif kecil, bahkan sebagian orang mengatakan posisi segaris planet-planet terdekat bumi tidak mempengaruhi gaya gravitasi di bumi.

Nah, sekarang Anda sudah tahu kenapa telur bisa lebih mudah berdiri pada waktu-waktu tertentu.
Namun ingat sekali lagi bahwa pada dasarnya telur dapat berdiri kapan saja.
Waktu-waktu tertentu di atas hanyalah mempermudah telur agar bisa lebih cepat berdiri.

Anda mau mencobanya?
Selamat mencoba, semoga Anda berhasil.
Jangan lupa dokumentasikan hasil kerja keras Anda.


*Dari berbagai sumber dan telah diolah sendiri.



EmoticonEmoticon