Gerhana Bulan

Dilihat :  kali



Selain fenomena Gerhana Matahari, fenomena lain yang menarik untuk diamati adalah fenomena Gerhana Bulan.

Tahukah Anda kenapa bisa terjadi Gerhana Bulan?
Penasaran?
Mau tahu alasannya?

Berikut alasannya:
Gerhana bulan atau lunar eclipse terjadi pada saat posisi bumi berada pada garis lurus diantara matahari dan bulan. Pada posisi ini, cahaya matahari ke bulan akan terhalang oleh bayangan bumi sehingga permukaan bulan tidak mendapatkan cahaya dari matahari. Akibatnya bulan tidak dapat memantulkan cahaya matahari ke bumi di malam hari untuk beberapa saat lamanya.
Perlu diingat bahwa Gerhana Bulan selalu terjadi pada saat bulan penuh atau bulan Purnama dimana posisi bulan menjauhi matahari atau disebut dengan oposisi.

Kenapa pada saat bulan oposisi tidak selalu terjadi Gerhana Bulan?
Alasannya sama dengan alasan kenapa Gerhana Matahari tidak terjadi setiap kali bumi beroposisi dengan matahari atau terjadi setiap sebulan sekali. Gerhana Bulan hanya terjadi ketika bidang orbit bulan berpotongan dengan bidang ekliptika bumi.
Seperti kita ketahui bahwa bidang orbit bulan membentuk sudut 5,145o (atau sering ditulis 5,2o) terhadap bidang ekliptika bumi seperti tampak pada gambar di bawah ini:


Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika bumi akan menghasilkan 2 (dua) buah titik potong yang disebut node atau titik simpul. Gerhana Bulan hanya akan terjadi saat bulan beroposisi pada titik simpul tersebut. Oleh karenanya posisi yang memungkinkan terjadi Gerhana Bulan pada gambar di atas hanya pada posisi B dan D.
Seperti kita ketahui periode bulan mengelilingi bumi atau waktu yang dibutuhkan dari bulan penuh ke bulan penuh berikutnya adalah selama 29,53 hari. Sedangkan waktu yang dibutuhkan dari bulan penuh ke bulan mati adalah setengahnya atau sekitar 14,765 hari. Karena kedua titik simpul yang merupakan perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliprikan bumi tersebut terletak pada garis yang menghubungkan antara matahari, bumi dan bulan maka 14-15 hari setelah terjadinya Gerhana Bulan biasanya akan diikuti oleh Gerhana Matahari (pada posisi bulan baru).

Jenis-Jenis Gerhana Bulan
Karena Gerhana Bulan terjadi pada saat bulan beroposisi dengan matahari namun posisi bulan tidak selalu tepat atau berada segaris pada titik simpul perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika bumi maka Gerhana Bulan dapat dibedakan beberapa jenis.
Berdasarkan penampakannya dari bumi, sedikitnya terdapat 3 (tiga) jenis Gerhana Bulan, yakni Gerhana Bulan Penumbra, Gerhana Bulan Sebagian atau Parsial dan Gerhana Bulan Total.
1. Gerhana Bulan Penumbra
Pada saat Gerhana Bulan Penumbra seluruh permukaan bulan berada pada daerah Penumbra dan bulan masih terlihat dengan warna sedikit suram.
2. Gerhana Bulan Sebagian/Parsial
Pada saat terjadi Gerhana Bulan Sebagian/Parsial, bayangan bumi tidak seluruhnya menghalangi cahaya matahari ke bulan. Sebagian permukaan bulan berada pada daerah Penumbra dan sebagian lainnya pada daerah Umbra.
3. Gerhana Bulan Total
Pada saat Gerhana Bulan Total seluruh permukaan bulan berada pada daerah Umbra sehingga tidak ada cahaya matahari yang sampai ke bulan.

Berikut ilustrasi 3 (tiga) jenis Gerhana Bulan:



Dan berikut ini adalah video Gerhana Bulan Sebagian/Parsial, yang puncaknya terjadi pada tanggal 08 Agustus 2017 pukul 01.20 WIB.


Demikian alasan kenapa terjadi Gerhana Bulan dan kenapa Gerhana Bulan tidak terjadi setiap oposisi bulan dengan matahari.
Anda juga mendapatkan bonus video Gerhana Bulan Sebagian yang terkini.

Semoga Anda tidak penasaran lagi.


Dari berbagai sumber, telah diolah kembali


2 comments

Mau tanya min, apa tdk mungkin terjadi gerhana bulan cincin spt pada gerhana matahari? Makasi sebelumnya.

Tidak mungkin pak Anonymous. Gerhana Cincin hanya terjadi pada Gerhana Matahari. Gerhana Cincin terjadi karena ukuran bulan dan matahari relatif sama jika dilihat dari bumi (meskipun sebenarnya ukuran matahari 400x bulan). Karena faktor variasi jarak bumi ke matahari dan variasi jarak bulan ke bumi maka ukuran piringan bulan bisa 95-110% ukuran matahari. Jika ukuran bulan < 100% maka akan terjadi gerhana matahari cincin. Namun dalam kasus gerhana bulan, bumi "terlalu besar" dibandingkan bulan sehingga saat oposisi bulan, bumi akan seluruhnya menghalangi cahaya matahari ke bulan, kecuali posisinya tidak segaris tepat maka akan terjadi gerhana bulan parsial atau penumbra.


EmoticonEmoticon